Wednesday, August 5, 2009

Egois apa cuek ya???

Egois gue sendiri binggung dengan kata egois. Egois dari pengetahuan ku adalah orang yang maunya menang sendiri. Oh ya ada satu hal lagi yang bikin membinggungkan yaitu cuek. Cuek dari pengetahuan ku adalah orang yang g peduli sekitarnya meski ada kejadian yang begitu genting.

Ada tambahan yang aq peroleh dari hasil browsingan, ini dari webnya andrie wongso tapi dari artikel "Keutamaan Ego Dan Menjadi Egois" yang ditulis oleh Mugi Subagyo. Menurut tulisannya di bagi menjadi ego dan egois. Menurut Mugi Subagyo "Ego" dapat dimaknai sebagai "aku; diri pribadi; rasa sadar akan diri sendiri; konsepsi individu tentang dirinya sendiri". Tidak ada konotasi negatif dari arti kata ini. Justru merupakan langkah awal untuk segala yang bernama kebaikan, karena merupakan refleksi dari kesadaran individu mengenai dirinya sendiri. Sedangkan "egois" yang berarti: orang yang selalu mementingkan diri sendiri. Dari sini kemudian kita melegitimasi dengan definisi bahwa orang yang egois (baca: mementingkan diri sendiri) adalah orang yang bertingkah laku buruk karena tidak memikirkan kepentingan atau kesejahteraan orang lain. Perilakunya cenderung destruktif karena hanya demi keuntungannya pribadi. Benarkah dengan merugikan orang lain dan hanya mementingkan diri sendiri, orang ini akan mendapatkan keuntungan pada hasil akhir? Pantaskah orang seperti ini disebut egois? Buat saya: Tidak! Orang yang egois justru orang cerdas, berkepribadian luhur, disukai banyak orang, dan biasanya mereka adalah orang-orang sukses. itu menurut edi subagyo.

Cuek atau dari wikipedia disebut Apathy. Ok langsung saja apa yang aku dapat dari om wiki Apathy adalah kurangnya emosi, motivasi, atau entusiasme. Apathy adalah istilah psikologikal untuk keadaan cuek atau acuh tak acuh; di mana seseorang tidak tanggap atau "cuek" terhadap aspek emosional, sosial, atau kehidupan fisik. Apathy klinikal dianggap tingkatan atas, sedangkan tingkat menengah dapat dianggap sebagai depresi, dan pada tingkatan puncak dapat didiagnosa sebagai disorder disassociative. Aspek fisik dari apathy berhubungan dengan pemunduran fisik, kehilangan otot, dan kekurangan energi disebut letargi; yang memiliki banyak penyebab patologikal.

Apathy dapat berpusat terhadap objek tertentu; kepada seseorang, aktivitas atau lingkungan. Dia merupakan reaksi umum terhadap stress di mana diterapkan sebagai "belajar tak berdaya" dan seringkali dihubungkan dengan depresi. Dia dapat juga merefleksikan sebuah kekurangan minat non-patologi dalam hal yang dianggap tidak penting.

Klo menurut ane sih sifat itu sebenarnya memiliki keuntungan dan kekuranganya. Sifat egois dapat memberikan keuntungan bagi diri kita jika dapat dikendaliakan dengan baik, sebagai contoh bila kita mengejar impaian dan cita untuk memperolehnya dibutuhkan ego yang tinggi asal jangan sampai dengan ego kita menjadi orang yang tidak ingat lagi akan aturan-aturan yang ada, dengan kata lain halal atau haram asal cita2 dan impian gue tercapai. Kadang ke egoisan kita dapat merugikan orang lain juga, contohnya pada diri saya sendiri karena terlalu egois kadang orang2 di rumah jadi tidak diperhatikan karena terlalu egois pada pekerjaan.

Egois yang saya alami ini bisa berakibat buruk pada kondisi keluarga, walau sekarang udah mulai terasa bisa2 jadi cuek deh gue ama keluarga timbul masalah baru lagi. Mungkin aku sebagai kepala rumah tangga harus lebih instropeksi diri terhapat sifat egois dan cueknya aku. Sifat ini juga mulai terasa terbawa di kantor juga, jika aku diruangan ada masalah apa seolah2 aq tidak mendengar dan kadang ke egoisan ku ini tidak mau dikalahkan oleh pendapat teman kerja aku.

Egois apa cuek ya aq ini? apa udah kena sindrom egois dan cuek diri ku ini?. Ah...sindrom ini serasa merusak jiwa sosialisi dan bisa merusak hubungan. Semoga aku ini bisa merubah sifat ku ini. Tuhan berilah petujuk mu agar aku kembali normal kembali............. dan jangan sampai sifat ini untuk selamanya........
jangan dan jangan

(6 agustus 2009)

No comments:

Post a Comment